Sabtu, 04 Februari 2017

Janji Allah swt Jika Sebelum Meninggal Membaca Ini, maka Akan Masuk Surga

nasihatuddin - Setiap manusia sudah pasti ingin kelak untuk masuk ke surga karena di sana ia akan mendapatkan kesenangan dan kenikmatan yang luar biasa yang tidak bisa mereka jumpai di dunia ini. Bahkan Tak terkecuali orang yang sering melakukan kemaksiatan pun tidak ingin jika masuk neraka.



Tak ada manusia yang sempurna. Pastilah seseorang pernah melakukan kesalahan, sekecil apapun itu. Bahkan, seseorang dapat melakukan beberapa dosa dalam tiap detiknya pada malam, sore, siang atau pagi hari. Oleh karena itu, manusia tak akan bisa luput dari dosa.

Apabila dosa yang dilakukan berbau, maka orang disekitar kita akan menjauh karena mereka terganggu dengan bau yang muncul. Bahkan, jika dosa terus bertambah setiap detiknya, maka bisa jadi dosa kita berjumlah sangat banyak sebagaimana butiran pasir di pantai atau air di samudera. Hal ini pernah disampaikan oleh nabi.

Beliau menyampaikan kepada umatnya bahwa ketika manusia melakukan dosa maka akan ada noda hitam di dalam hatinya. Apabila lebih sering melakukan dosa, maka noda tersebut akan semakin besar dan pekat, bahkan bisa saja menutupi hati.

Selain menjelaskan mengenai dosa dan balasannya, terdapat juga penjelasan mengenai cara untuk meminta maaf atau ampunan, yakni dengan membaca istighfar.

Apabila seseorang mengucapkan kalimat ini, maka noda di dalam hatinya akan semakin berkurang. Semakin banyak seseorang melafalkan istighfar dan diimbangi oleh perbuatan amal yang semakin banyak pula serta komitmen tidak mengulanginya lagi akan membuat noda hitam itu beralih menjadi noda putih sehingga bisa menghapuskan noda hitam itu.

Istighfar merupakan salah satu kalimat dzikir yang digunakan untuk meminta ampunan atas kesalahan atau dosa yang telah kita lakukan. Kalimat ini sering dilafalkan setelah seseorang melakukan ibadah, seperti shalat. Bacaan istighfar Rasulullah ini bisa kita amalkan sehingga mendapatkan manfaat yang dijanjikan oleh Allah.

Selain itu, Rasulullah juga menganjurkan kepada umatnya untuk mengucapkan kalimat dzikir ini pada malam atau siang hari. Diketahui bahwa siapa saja yang melafalkan istighfar dan kemudian ia meninggal, maka Nabi menjanjikan padanya bahwa ia akan masuk surga.

Penghulu istighfar atau sayyidul istighfar berisi bacaan istighfar yang benar, yakni: ‘Allahumma anta Rabbii. Laa ilaha illa anta. Kholaqtanii, wa ana ‘abduka. Wa ana ‘ala ‘ahdika wawa’ dika mastatho’tu. A’udzubika min syarri ma shona’tu. Abu’u laka bini’matika ‘alayya. Wa abu’u bidzanbii, faghfirlii. Fa innahu la yaghfirudz dzunuba illa anta.


Arti dari bacaan tersebut adalah hanya Allah yang pantas untuk disembah karena Dia telah menciptakan manusia dan hamba. Seorang hamba akan memegang teguh janji Allah. Ia berlindung kepada Allah atas dosa yang telah ia lakukan. Ia juga telah mengakui kesalahannya maka mintalah ampun pada Allah. Sungguh tidak ada dzat lain yang berhak menghapus dosa seseorang kecuali Allah.

Rasulullah juga menjelaskan jika seseorang mengucapkan bacaan ini pada malam hari dan kemudian ia meninggal pada malam hari itu, maka ia akan masuk surga. Sedangkan, jika seseorang mengucapkannya pada siang hari dan kemudian ia meninggal, maka ia juga akan masuk surga.

Sebagai seorang hamba, kita harus berlomba-lomba berbuat kebaikan karena setiap perbuatan yang kita lakukan pasti akan mendapatkan balasan yang lebih besar dari Allah. Selain itu, kita haus yakin pada janji Allah ini sehingga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
sumber 
Read More

Sebuah Kisah Seorang Istri yang Bisa Membuat Suaminya Tergila-gila Padanya


nasihatuddin -  Ada Seorang Bapak bercerita pada anak perempuannya, Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus.





Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?

Wanita itu menjawab :

“Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.

Jangan Anda katakan karena harta !

Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.

Jangan pula Anda katakan karena anak-anak !

Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.

Dan betapa banyak istri yang pintar memasak.

Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.”

Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap:

“Lantas apakah rahasia nya..?”


Wanita itu menjawab:

“Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf.

Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.”

“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” tukas presenter.

Wanita itu segera menjawab:

“Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang.

Setelah ia tenang, aku katakan padanya;

'Apakah sudah selesai?'

Selanjutnya aku keluar….

Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya.

Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.”

“Apa yang Anda lakukan?

Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.

Wanita itu menasehati :

“Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda.

Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah.

Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.”

“Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejar.

Wanita itu menjawab:

“Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum.

Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.”

“Apakah Anda marah padanya..?” ucap presenter dengan muka takjub.

Wanita itu berkata:

“Tidak...

Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.”

“Dan Anda mempercayainya..?” ujar sang presenter.

Wanita itu menjawab :

“Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh.

Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?”

“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.

“Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami.

Dan sejatinya antara #suami #istri sudah tak ada lagi yang namanya harga diri.

Harga diri apa lagi..?!!

Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”
Ditulis oleh  Ustadz Fairuz Ahmad

Sumber : disini
Read More

Services

More Services

© 2016 Nasehat Agama. Designed by Bloggertheme9 & Distributed by Blogger Templates